"Aku sedih ketika langit jinggaku berubah menjadi hitam."
Pertemuanku dan dia hari ini menyisakan tanya di otakku. Sampai larut aku masih saja memikirkannya. Wajahnya yang berubah bulat dengan pipi gempalnya. Badannya yang melebar. Ahh fisiknya telah banyak berubah. Maklum katanya mrnjadi ibu memang begitu. Tapi aku justru sangat heran pada pribadinya. Ia adalah sosok yang riang, banyak bicara. Tapi kemarin ia seperti kesulitan mencari kata. Belum lagi handphone nya. Aku kagrt melihat handphone jadul yang lusuh, bukan dia. Bukan untuk seorang anak gaul yang dulu selalu up to date pada hal-hal berbau teknologi dan kekinian. Ia justru menjadi ibu-ibu tua yang kuper. Pantas saja akun media sosial nya tak ada yang aktif. Bagaimana mau aktif dengan handphone kuno begitu. Ada apa denganmu sobat. Aku mengelus dada saat itu.
"Kita makan di Falero yuk," ajakku.
"Falero sebelah mana sih?" tanyanya bingung.
Aku terbengong oleh pertanyaannya tapi aku tak menjawab langsung menariknya masuk ke mobil.
Ada apa dengan dia. Dia benar-benar sudah berubah. Dia bahkan tidak tahu tempat makan yang cukup terkenal. Kau bersembunyi di tempurung kah teman.
Kami makan bersama. Tiba-tiba aku mendapat sebuah pesan dari teman lain.
"Lagi jalan sama Grace ya? Kayaknya dia mau traktir kamu deh, tadi dia pinjam uang aku 200ribu."
Aku tercengang. Hutang? Bukan pasti bukan Grace yang hutang.
Nyatanya dia benar hendak mentraktir ku tapi aku stop, aku saja yang bayar. Ada yang tidak beres dengan temanku ini. Tidak ada cincin di jarinya atau aksesoris lain.
Grace, kau kenapa.
"Sayang, melamun terus dari tadi siang," sapa suamiku saat ia memasuki kamar.
"Aku memikirkan Grace," jawabku.
"Grace yang istrinya Fahmi?"
"Iya, tadi siang kami ketemu,"
Suamiku tak berkomentar dan aku masih tetap memikirkan sahabatku itu. Entah apa yang membuatnya berubah.
Puing
12.09.17
#smansamenulisbatch3
Coba kasih detil yang lebih mengundang. Biarkan imajinasi pembaca berkembang dan penasaran. Tokoh Grace kurang mengundang.
BalasHapusMenulislah saat tokoh siap untuk keluar. Pelan tapi pasti, kamu akan tahu waktu yang pas. 💪
Oke mba makasih... Mungkin karena gugup nulisnya, saya akan berusaha lagi... Makasih komentarnya.... 😄
BalasHapusOke mba makasih... Mungkin karena gugup nulisnya, saya akan berusaha lagi... Makasih komentarnya.... 😄
BalasHapusPuing bikin penasaran ih..
BalasHapusHehe... Makasih mba dian udah mampir....
HapusIni hanya seperti flashback cerita..iya ga??kurang greget wid..he..he..aku juga blm bisa sih bikin ff
BalasHapusIya mba aku juga ngerasa gitu... Hehe... Nanti ditingkatkan lagi, insya allah....
HapusMakasih juga ya mba naris....
HapusSeneng dikomentari....
Makasih juga ya mba naris....
HapusSeneng dikomentari....